Selasa, 17 Mei 2011

PEMANFAATAN LIMBAH KATALIS

SABTU, 09 JANUARI 2010

PEMANFAATAN LIMBAH KATALIS SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN MORTAR DAN BETON





Limbah katalis (katalis bekas) dari proses perengkahan minyak bumi, termasuk kategori limbah B3. Upaya pengelolaan limbah tersebut dengan mengirimkan ke unit pengolah di Cileungsi Bogor dirasakan belum optimal dan tidak ekonomis, mengingat diperlukan biaya per hari mencapai ± US $ 4000. Untuk itu diperlukan alternatif lain dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah katalis tersebut. Dari basil penelitian, untuk identifikasi sifat aktif pozolan dengan metoda ASTM C.311, ternyata limbah katalis ash (LKA) bersifat pozolan dengan indeks aktivitas kekuatan tekan sebesar 89% dan bertambah setelah limbah katalis dihaluskan/ball mill 70 rpm (LKB), menjadi 112%. Pemanfaatan LKA. dan LKB sebagai bahan tambahan pada mortar untuk mengurangi jumlah pemakaian semen portland (subtitusi), masingmasing didapat proporsi subtitusi optimal sebesar 10% (MA-10) dan 20%(MB-20), dengan penambahan kekuatan tekan sebesar 10,5% clan 14,5% dibandingkan kontrol (tanpa subtitusi limbah katalis). Sedangkan pemanfaatan LKA dan LKB, sebagai bahan tambahan pada beton, masing-masing dengan subtitusi 10% (BA-10) dan 20% (BB-20), terhadap beton segar menurunkan berat/volume beton menjadi 99,7% dan 98,8%, menambah waktu pemadatan beton 150% dan 250%, sedangkan terhadap beton keras pada umur 28 hari, menambah kekuatan tekan masing-masing menjadi 115,1% dan 132,1%, manambah elastisitas menjadi 103% dan 106,4%, menurunkan koefisien permeabilitas menjadi 76,8% dan 53,7%, serta menurunkan kehilangan berat akibat pengaruh lingkungan menjadi 92,4% dan 85,9%. Pemanfaatan LKA dan LKB sebagai bahan tambahan dalam mortar dan beton dengan Subtitusi 10% LKA dan 20% LKB pada mortar menurunkan leaching Ni masing-masing dari 0.16 mg/l dan 0.33 mg/l (teoritis), keduanya sama menjadi 0.15 mg/I (nyata), sedangkan pada beton dengan subtitusi yang sama pada mortar leaching Ni menurun masing-masing Bari 0.13 mg/i dan 0.28 mg/l (teoritis) menjadi 0.04 mg/i dan 0.03 mg/l (nyata) Hasil penelitian pendahuluan ini dapat menyimpulkan, limbah katalis RFCC bersifat pozolan dan potensial digunakan sebagai bahan tambahan (mineral admixture) dalam mortar dan beton.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar